BOLMUT, ZONAFAKTA.COM — Kiprah politik dan pengabdian sosial anggota DPRD, Fikri Gam, kembali mendapat sorotan atad kepedulian terhadap karya kreatif khas daerah Bolaang Mongondow Timur.Meski terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Fikri Gam menunjukkan dedikasi yang melampaui sekat wilayah.
Ia berinisiatif memfasilitasi bahkan mendampingi Ersad Mamonto, putra Bintauna yang notabenenya berasal dari Dapil III dalam memperkenalkan karya kreatif khas Bintauna kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Dalam pertemuan strategis tersebut, Fikri Gam mengambil peran penting sebagai jembatan penghubung antara pelaku kreatif daerah dan pemerintah pusat. Ia memberi ruang sekaligus dukungan penuh kepada Ersad Mamonto untuk menampilkan karya yang lahir dari kearifan lokal Bintauna. Dua produk kreatif dibawa langsung sebagai representasi identitas budaya dan potensi ekonomi daerah.
Pertama, buku Memotret Bintauna yang ditulis bersama tim, sebuah dokumentasi mendalam tentang identitas, sejarah, dan dinamika sosial masyarakat Bintauna. Karya ini dipersembahkan sebagai upaya menjaga warisan pengetahuan lokal agar tidak tergerus zaman.
Kedua, kaos “Sollivako, Puitika Jiwa Bintauna” hasil kreasi Didin Mamonto dari Caf Sport Bintauna. Produk fesyen bernuansa lokal ini bukan sekadar busana, melainkan ekspresi estetika dan jiwa masyarakat Bintauna yang dituangkan dalam simbol dan kata.
Melalui momentum ini, Fikri Gam menegaskan bahwa semangat pengabdian tidak boleh terkungkung oleh batas-batas dapil. Baginya, memperjuangkan aspirasi rakyat adalah amanah yang bersifat universal. Ia menilai, setiap karya kreatif yang lahir dari daerah patut difasilitasi agar mendapat pengakuan dan dukungan lebih luas, termasuk dari pemerintah pusat.
“Pengabdian itu tidak mengenal sekat wilayah. Selama karya tersebut membawa manfaat bagi masyarakat Bolmut, maka sudah menjadi tugas kita bersama untuk mengawalnya,” tegas Fikri Gam.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa politik bukan hanya soal representasi dapil, melainkan juga soal keberpihakan pada potensi daerah dan pemberdayaan masyarakat. Dukungan Fikri Gam kepada Ersad Mamonto pun mendapat apresiasi luas, karena memperlihatkan wajah politik yang kolaboratif dan berorientasi pada kemajuan bersama.
Aariadi Lakoro












