ZonaFakta.com – Dunia sepak bola internasional tengah diguncang oleh kabar duka yang mengejutkan.
Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Salman bin Ibrahim Al Khalifah, resmi dipecat oleh Presiden FIFA Gianni Infantino.
Keputusan ini diambil setelah Salman diduga melanggar prinsip keadilan dalam olahraga internasional, menyusul tuduhan adanya intervensi politik terkait kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pemecatan ini diduga terkait dengan keputusan kontroversial Salman yang mengabulkan permintaan Bahrain untuk menolak bertanding melawan Tim Nasional Indonesia di Jakarta.
Pertandingan leg kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2026 tersebut awalnya dijadwalkan berlangsung bulan depan, namun dibatalkan setelah Bahrain melayangkan protes dengan alasan teknis yang dipertanyakan.
Langkah Salman yang mengabulkan protes tersebut memicu reaksi keras, terutama dari pihak Indonesia.
Banyak pihak menilai keputusan itu tidak adil dan menghambat peluang Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Beberapa pengamat bahkan mencurigai adanya konflik kepentingan, mengingat Salman bin Ibrahim berasal dari Bahrain.
Gianni Infantino, yang dikenal sebagai pemimpin tegas dalam menjaga integritas olahraga, langsung turun tangan.
“Kami tidak akan mentolerir tindakan yang merusak prinsip fair play dan integritas kompetisi,” tegas Infantino dalam pernyataannya.
FIFA, lanjut Infantino, berkomitmen untuk menjaga keadilan dalam sepak bola dan memastikan tidak ada ruang bagi keputusan yang didorong oleh kepentingan politik.
Pemecatan Salman membawa harapan baru bagi Indonesia.
FIFA telah menyatakan dukungannya bagi Timnas Indonesia dalam upayanya untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Di tanah air, keputusan ini disambut dengan optimisme, dan para penggemar sepak bola berharap Timnas Indonesia memiliki peluang yang lebih baik untuk melangkah lebih jauh dalam kompetisi internasional.
Namun, keputusan ini juga membawa duka bagi Bahrain dan sekutu-sekutunya.
Banyak pihak yang menyesalkan kejatuhan tokoh besar sepak bola Asia ini, meski mereka juga mengakui pentingnya integritas dalam sepak bola internasional. (*)












