IHSG Merosot 3,84%, Saham-saham Unggulan dan Pergerakan Asing Jadi Sorotan

Rabu, 19 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ZonaFakta.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan penurunan tajam sebesar 3,84% pada sesi perdagangan Selasa (18/3/2025), dengan penurunan sebesar 248,55 poin yang membawa IHSG ke angka 6.223,38.

Penurunan ini membuat pasar saham Indonesia kembali mendapatkan perhatian besar, mengingat fluktuasi yang cukup signifikan terjadi dalam waktu singkat.

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat mengalami penurunan sebesar 6% di awal sesi perdagangan, namun berhasil meredam laju penurunan tersebut setelah sesi pertama berakhir.

Pada hari itu, IHSG sempat mencapai titik terendah di angka 6.011 dan bergerak kembali menuju puncaknya di angka 6.465, sebelum akhirnya ditutup di posisi 6.223,38.

Meskipun indeks utama di pasar saham Indonesia terkontraksi, beberapa saham unggulan tetap menjadi sorotan.

Hal ini tak lepas dari aktivitas investor asing yang tetap aktif meski dalam kondisi pasar yang volatil.

Volume Perdagangan dan Kondisi Pasar Saham

Volume total perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi perdagangan tersebut tercatat mencapai 29,55 miliar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp 19,28 triliun.

Dalam pergerakan pasar yang cukup dinamis ini, terlihat bahwa 554 saham mengalami penurunan, 118 saham tercatat mengalami kenaikan, sementara 139 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga yang signifikan.

Sementara itu, meskipun IHSG mengalami penurunan yang cukup tajam, investor asing tercatat melakukan transaksi jual bersih atau net sell dengan jumlah yang cukup besar, mencapai Rp 2,49 triliun di semua pasar yang ada di BEI.

Pergerakan jual besar ini menunjukkan adanya pengambilan posisi yang lebih hati-hati dari pihak asing di tengah ketidakpastian yang melanda pasar saham Indonesia.

Meskipun demikian, tetap ada saham-saham yang berhasil menarik perhatian investor asing untuk melakukan pembelian besar.

Saham-Saham yang Banyak Dibeli oleh Investor Asing

Meskipun IHSG terkoreksi, beberapa saham ternyata justru mengalami pembelian besar oleh investor asing pada hari itu. Data menunjukkan 10 saham dengan net buy terbesar dari investor asing pada Selasa (18/3/2025) sebagai berikut:

  1. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Saham ini tercatat mengalami pembelian asing terbesar pada hari itu dengan nilai transaksi mencapai Rp 54,16 miliar. GoTo yang merupakan salah satu unicorn Indonesia, dengan fokus pada layanan transportasi dan e-commerce, kembali menjadi perhatian investor asing.

  2. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI): Saham WIFI yang berfokus pada penyediaan layanan internet tercatat mengalami pembelian asing dengan nilai Rp 26,07 miliar. Solusi digital semakin dicari seiring berkembangnya kebutuhan akan layanan internet yang lebih cepat dan terjangkau.

  3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, TLKM menarik perhatian investor asing dengan pembelian sebesar Rp 24,78 miliar. Sebagai sektor yang relatif stabil, saham TLKM tetap menjadi pilihan investasi bagi banyak investor.

  4. PT Bangun Konsuambi Sukses Tbk (CBDK): Saham CBDK tercatat mendapat perhatian dengan pembelian asing sebesar Rp 23,09 miliar. Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi ini menunjukkan potensi bagi investor yang mencari sektor yang berhubungan dengan infrastruktur.

  5. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR): Unilever Indonesia terus menjadi salah satu saham unggulan bagi investor asing, tercatat dengan pembelian sebesar Rp 20,44 miliar. Sebagai pemimpin di pasar barang konsumen, UNVR menawarkan stabilitas yang dibutuhkan investor.

  6. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA): Saham JPFA yang bergerak di sektor peternakan dan pangan, mengalami pembelian asing dengan nilai transaksi Rp 13,07 miliar. Sektor pangan tetap menjadi salah satu sektor yang tidak terpengaruh langsung oleh volatilitas pasar.

  7. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Saham DSSA tercatat mengalami pembelian besar dari investor asing, sebesar Rp 11,42 miliar. Perusahaan yang bergerak di bidang energi dan sumber daya alam ini menarik perhatian investor yang mengincar sektor energi.

  8. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): Saham RAJA mengalami pembelian asing sebesar Rp 11,35 miliar. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan, RAJA semakin dilirik investor yang mencari peluang investasi berkelanjutan.

  9. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES): Saham ACES yang dikenal di sektor ritel mengalami pembelian asing sebesar Rp 10,14 miliar. Meskipun sektor ritel sempat tertekan oleh pandemi, ACES terus menunjukkan performa yang menjanjikan.

  10. PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA): Saham MAPA juga mencatatkan pembelian asing dengan nilai transaksi Rp 8,52 miliar. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan ritel, MAPA menjadi salah satu saham yang masih diminati investor.

Analisis Pergerakan Pasar dan Tindakan Investor

Meskipun IHSG mengalami penurunan signifikan, aksi jual oleh investor asing tidak terhindarkan. Namun, beberapa saham unggulan tetap menjadi fokus pembelian.

Di tengah ketidakpastian pasar, investor asing tampaknya lebih memilih untuk mengalokasikan dananya pada saham-saham yang sudah teruji, baik dari sektor telekomunikasi, barang konsumen, maupun energi.

IHSG yang sempat mencatatkan penurunan sebesar 6% di awal sesi perdagangan menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih menghadapi tekanan yang cukup besar.

Namun, meskipun ada tekanan tersebut, ketertarikan asing terhadap saham-saham tertentu menunjukkan adanya optimisme terhadap prospek jangka panjang beberapa perusahaan Indonesia yang memiliki fundamental kuat.

Saham-saham yang mengalami pembelian besar, seperti PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dan PT Telkom Indonesia (TLKM), dapat dianggap sebagai saham yang relatif lebih tahan terhadap gejolak pasar.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG terkoreksi, saham-saham yang dianggap stabil dan memiliki prospek yang baik tetap diminati oleh investor asing.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (18/3/2025) menunjukkan pergerakan yang cukup volatil dengan penurunan yang cukup tajam.

Namun, meskipun pasar sedang mengalami tekanan, ada beberapa saham yang tetap menunjukkan kinerja yang baik dan menarik perhatian investor asing.

Terutama saham-saham unggulan di sektor telekomunikasi, konsumen, dan energi, yang tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang melihat potensi jangka panjang.

Berita Terkait

Sri Mulyani Bantah Rumor Mundur, IHSG Anjlok 6,02% dan Perdagangan Sempat Dihentikan
Lima Strategi Jitu untuk Mendapatkan Uang Tambahan di Tahun 2025

Berita Terkait

Rabu, 19 Maret 2025 - 14:23 WIB

Sri Mulyani Bantah Rumor Mundur, IHSG Anjlok 6,02% dan Perdagangan Sempat Dihentikan

Rabu, 19 Maret 2025 - 09:35 WIB

IHSG Merosot 3,84%, Saham-saham Unggulan dan Pergerakan Asing Jadi Sorotan

Minggu, 12 Januari 2025 - 16:20 WIB

Lima Strategi Jitu untuk Mendapatkan Uang Tambahan di Tahun 2025

Berita Terbaru

Wahiyudin Mamonto

Kotamobagu

Pembalap Dan Konsekwensi Hukum

Rabu, 12 Agu 2026 - 16:49 WIB

Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi bersama dengan Wakil Bupati Dony Lumenta hadiri acara syukuran 40 tahun PDAM

Bolmong

Bupati dan Wabup Bolmong Hadiri Syukuran 40 Tahun PDAM

Sabtu, 28 Feb 2026 - 11:42 WIB