Sri Mulyani Bantah Rumor Mundur, IHSG Anjlok 6,02% dan Perdagangan Sempat Dihentikan

Rabu, 19 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ZonaFakta.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengundurkan diri dari kabinet Prabowo Subianto.

Rumor yang beredar luas mengenai pengunduran dirinya dinilai sebagai spekulasi yang tidak berdasar.

Sementara itu, di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat dengan penurunan drastis sebesar 6,02 persen pada perdagangan Selasa (18/3), memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara aktivitas jual beli saham.

Sri Mulyani: “Saya Tetap Bertahan”

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Selasa (18/3), Sri Mulyani menegaskan bahwa ia masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan tetap berkomitmen mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan penuh profesionalisme.

“Maka dengan tegas, saya menyatakan bahwa saya hadir di sini untuk tetap bertahan dan tidak akan mundur. Saya menegaskan kembali bahwa saya yang mengatur APBN serta bekerja sama dengan tim dari Kementerian Keuangan untuk memantau kondisi finansial negeri ini. Kami berada di tempat ini, dan kami siap bertanggung jawab dalam pengawasan keuangan negara,” ujar Sri Mulyani.

Ia juga menekankan bahwa saat ini, dirinya beserta tim di Kementerian Keuangan terus bekerja secara normal dalam mengelola APBN, yang merupakan alat utama dalam mendukung program ekonomi Presiden Prabowo Subianto.

Rumor mengenai pengunduran dirinya mencuat setelah berbagai spekulasi muncul terkait kebijakan fiskal dan tekanan yang dihadapi pemerintah dalam mengelola ekonomi.

Namun, Sri Mulyani memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar dan ia tetap berfokus pada tugasnya.

IHSG Anjlok, Bursa Efek Indonesia Hentikan Perdagangan

Pada sesi perdagangan Selasa (18/3), IHSG mengalami tekanan besar dengan penurunan 395,87 poin atau 6,02 persen, ditutup di level 6.076,08.

Pada pukul 11.19 WIB, BEI mengambil langkah untuk menghentikan sementara perdagangan saham selama 30 menit karena indeks jatuh lebih dari 5 persen.

Anjloknya IHSG mencerminkan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan domestik, seiring dengan sentimen negatif dari global serta kebijakan ekonomi dalam negeri yang dinilai kurang solid.

Data dari RTI menunjukkan bahwa sepanjang tahun ini (year to date/ytd), investor asing telah menarik dana senilai Rp 26,92 triliun dari pasar saham Indonesia, mencerminkan kepercayaan yang mulai berkurang terhadap stabilitas ekonomi dalam negeri.

Tidak hanya IHSG, nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan.

Menurut data Bloomberg pada pukul 11.45 WIB, rupiah melemah 56,50 poin atau 0,34 persen ke level Rp 16.462 per dolar AS. Kondisi ini semakin memperkuat indikasi ketidakstabilan di sektor keuangan.

Faktor-Faktor Pemicu Anjloknya IHSG

Pakar pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa penurunan IHSG ini tidak bisa dilepaskan dari faktor global dan domestik.

Salah satu pemicunya adalah kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang semakin agresif terhadap negara-negara mitra dagangnya, yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi dunia.

“IHSG mengalami penurunan signifikan, sekitar 6 persen, yang menurut saya cukup mencolok. Dari level sekitar 6.600, indeks turun drastis hingga mencapai 6.076,” ujar Ibrahim dalam wawancara dengan ZonaFakta.com, Selasa (18/3).

Di dalam negeri, ketidakpastian kebijakan ekonomi pemerintah turut berperan dalam melemahkan kepercayaan investor.

Anggaran yang semakin terbebani, prospek fiskal yang kurang menjanjikan, serta kasus-kasus korupsi yang mencuat dalam beberapa bulan terakhir turut memberikan tekanan besar pada pasar.

Wiyono Sastrohusodo, ekonom dari Universitas Paramadina, menambahkan bahwa laporan APBN Februari yang menunjukkan kondisi fiskal yang menantang hingga tahun 2025 menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi IHSG.

“Dampak dari laporan APBN yang kurang baik, prospek fiskal yang menantang, serta kebijakan pemerintahan yang kurang didukung oleh strategi ekonomi yang jelas membuat IHSG semakin tertekan.

Selain itu, sejumlah kasus suap besar yang mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah juga menjadi faktor signifikan,” jelas Wiyono.

Masa Depan Pasar Keuangan Indonesia

Ketidakstabilan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa pasar keuangan Indonesia masih rentan terhadap tekanan eksternal dan domestik.

Pemerintah dan otoritas keuangan perlu mengambil langkah konkret guna menstabilkan pasar, termasuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan kebijakan fiskal yang lebih adaptif.

Sri Mulyani sendiri memastikan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas APBN dan ekonomi nasional.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawasi pergerakan pasar serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mengantisipasi dampak negatif dari dinamika global.

Sementara itu, para pelaku pasar diharapkan tetap berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian ini dan terus memantau perkembangan ekonomi, baik di dalam maupun luar negeri.

Di tengah isu pengunduran diri yang beredar, Sri Mulyani memastikan bahwa ia tetap bertugas sebagai Menteri Keuangan dan berkomitmen mengelola APBN dengan penuh dedikasi.

Di sisi lain, IHSG yang mengalami tekanan besar dengan penurunan 6,02 persen menjadi sinyal bahwa pasar keuangan Indonesia masih dihadapkan pada berbagai tantangan.

Pemerintah dan investor perlu tetap waspada dalam menyikapi gejolak ini serta memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Berita Terkait

PUTR Boltim Tegaskan Penagihan Retribusi Air Bersih Tak Gunakan Nama Bupati
IHSG Merosot 3,84%, Saham-saham Unggulan dan Pergerakan Asing Jadi Sorotan
Lima Strategi Jitu untuk Mendapatkan Uang Tambahan di Tahun 2025
Stasiun Beos: Jejak Sejarah di Tengah Modernisasi Jakarta
Menguak Sindikat Uang Palsu: Keterkaitan Annar Sampetoding dan Ferdy Sambo
Kisah Inspiratif Penjual Bakso, Dermawan yang Perbaiki Kampung Halaman
Pedagang Bakso Sukses di Batam Bangun Jalan Desa Rp 10 Miliar
MK Terima 115 Gugatan Sengketa Pilkada 2024, Bolaang Mongondow Timur Masuk Daftar

Berita Terkait

Minggu, 22 Juni 2025 - 18:11 WIB

PUTR Boltim Tegaskan Penagihan Retribusi Air Bersih Tak Gunakan Nama Bupati

Rabu, 19 Maret 2025 - 14:23 WIB

Sri Mulyani Bantah Rumor Mundur, IHSG Anjlok 6,02% dan Perdagangan Sempat Dihentikan

Rabu, 19 Maret 2025 - 09:35 WIB

IHSG Merosot 3,84%, Saham-saham Unggulan dan Pergerakan Asing Jadi Sorotan

Minggu, 12 Januari 2025 - 16:20 WIB

Lima Strategi Jitu untuk Mendapatkan Uang Tambahan di Tahun 2025

Rabu, 1 Januari 2025 - 15:54 WIB

Stasiun Beos: Jejak Sejarah di Tengah Modernisasi Jakarta

Berita Terbaru

Wahiyudin Mamonto

Kotamobagu

Pembalap Dan Konsekwensi Hukum

Rabu, 12 Agu 2026 - 16:49 WIB

Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi bersama dengan Wakil Bupati Dony Lumenta hadiri acara syukuran 40 tahun PDAM

Bolmong

Bupati dan Wabup Bolmong Hadiri Syukuran 40 Tahun PDAM

Sabtu, 28 Feb 2026 - 11:42 WIB