ZonaFakta.com – Di tengah kesibukannya sebagai pedagang bakso sukses di Batam, Fery, warga Dusun Segelan Sidomulyo, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, menunjukkan kepeduliannya kepada tanah kelahirannya. Dengan dana pribadi sekitar Rp 10 miliar, Fery memperbaiki jalan desa yang telah lama rusak parah.
Ketua RT 01/RW 16, Yuda Prasetyo, mengungkapkan bahwa Fery dikenal sebagai sosok dermawan sejak lama. “Beliau tidak hanya membangun jalan desa, tetapi juga telah berkontribusi dalam pembangunan masjid, taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan lapangan sepak bola di kampung ini,” ujar Yuda.
Jalan Desa yang Kembali Nyaman
Jalan desa sepanjang 1,5 kilometer yang dulu penuh bebatuan kini telah dilapisi aspal, berkat inisiatif dan dana dari Fery.
Pembangunan jalan ini dilakukan secara bertahap sejak tahun 2019 dan hingga kini sudah mencapai lima tahap.
Sukri, seorang warga yang terlibat dalam proyek ini, mengungkapkan bahwa kondisi jalan sebelum diperbaiki sangat memprihatinkan.
“Sebelum ada perbaikan, jalan ini sudah rusak sejak 2017. Aspal yang lama sudah habis, hanya tinggal bebatuan. Hal ini menyulitkan pengendara, terutama saat musim hujan,” jelas Sukri.
Warga setempat sebenarnya telah mengajukan permohonan perbaikan jalan kepada pemerintah desa, namun tidak mendapat tanggapan.
Melihat kondisi tersebut, Fery yang sukses sebagai pedagang bakso di Batam memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri.
Proyek pengecoran jalan ini dilakukan bersama warga yang bekerja secara sukarela. Mereka bergotong royong menyiram beton, menyediakan makanan, dan mendukung kelancaran pekerjaan.
Viral di Media Sosial
Kisah Fery menjadi perbincangan setelah video tentang pembangunan jalan desa viral di media sosial.
Unggahan dari akun TikTok Karang Taruna Tunas Muda menampilkan proses pembangunan jalan yang memakan waktu hingga tujuh tahun.
Video tersebut menyebutkan bahwa seluruh dana pembangunan berasal dari Fery, sementara warga turut membantu melalui kerja bakti.
“100 persen dana berasal dari Pak Fery Bakso Gunung Batam. Beliau asli warga Dusun Segelan. Setiap hari, warga bergiliran bekerja dan menyediakan makanan untuk para pekerja,” bunyi keterangan di video tersebut.
Unggahan ini menuai pujian sekaligus kritik terhadap pemerintah setempat. Banyak warganet menilai bahwa pemerintah desa seharusnya lebih tanggap dalam memperbaiki infrastruktur desa.
“Pemerintah seharusnya malu. Warga sendiri yang akhirnya turun tangan tanpa menggunakan dana desa sama sekali,” tulis salah satu pengguna TikTok.
Lebih dari Sekadar Jalan Desa
Selain membangun jalan, Fery juga memberikan perhatian pada fasilitas umum lainnya. Ia turut membangun masjid, TPQ, dan lapangan sepak bola untuk mendukung kebutuhan warga.
Nardi, koordinator perencanaan jalan desa, menuturkan bahwa Fery ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kampung halamannya.
“Pak Fery pernah bercerita bahwa ia ingin membantu desanya menjadi lebih maju. Beliau sangat prihatin melihat kondisi infrastruktur di sini,” kata Nardi.
Tak hanya infrastruktur, Fery juga mendukung pendidikan dengan menyediakan fasilitas belajar yang lebih baik bagi anak-anak di desa tersebut.
Inspirasi Bagi Banyak Orang
Tindakan Fery menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Meski telah merantau ke Batam dan sukses di perantauan, ia tidak melupakan tanah kelahirannya.
Kepedulian dan ketulusannya dalam membantu desanya menjadi teladan tentang bagaimana kesuksesan dapat dibagikan untuk kebaikan bersama.
Dengan pembangunan jalan ini, warga Desa Balesari kini bisa menikmati akses yang lebih nyaman dan aman. “Kami sangat bersyukur. Berkat Pak Fery, jalan yang dulunya rusak parah kini sudah bagus,” ujar Yuda Prasetyo.












