ZonaFakta.com – Seorang penjual bakso asal Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, menunjukkan kepeduliannya terhadap kampung halaman dengan membangun jalan desa sepanjang 1,5 kilometer menggunakan dana pribadi.
Fery, yang sukses menjalankan bisnis bakso di Batam, menjadi sorotan publik setelah unggahan di akun TikTok Karang Taruna Tunas Muda viral.
Inisiatif yang Dimulai pada 2019
Pembangunan jalan di Dusun Segelan, Desa Balesari, bermula pada tahun 2019.
Jalan yang rusak sejak 2017 tak kunjung diperbaiki meski warga telah mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah (pemda).
Kondisi jalan yang berlubang dan sulit dilalui memaksa warga untuk mencari solusi sendiri.
Melalui dana kolektif dan bantuan Fery, warga mulai melakukan perbaikan secara bertahap.
“Pak Fery memulai proyek ini dengan tahap pertama pada 2019. Sekarang, proyek telah mencapai tahap keenam, dan sekitar 1,5 kilometer jalan sudah selesai dipavingkan,” kata Sukri, kepala tukang yang mengawasi pembangunan jalan tersebut. Hingga kini, total dana yang dikeluarkan Fery mencapai Rp 10 miliar.
Gotong Royong Warga
Pembangunan jalan ini juga melibatkan gotong royong warga.
Mereka bekerja secara bergiliran dalam kelompok, mengerjakan pengecoran jalan sambil menyediakan makanan dan minuman bagi para pekerja.
Namun, pekerjaan sering tertunda ketika musim hujan tiba.
Diperkirakan, proyek ini akan rampung pada November 2024.
“Semua warga berpartisipasi, mulai dari memberikan tenaga hingga menyumbang makanan. Dengan bantuan Pak Fery, kami berharap jalan desa ini bisa selesai tepat waktu,” ujar Sukri.
Donatur yang Dermawan
Fery dikenal sebagai sosok dermawan yang kerap membantu kampung halamannya.
Selain membangun jalan desa, ia juga pernah menyumbangkan dana untuk renovasi masjid, pembangunan lapangan sepak bola, dan fasilitas pendidikan di Desa Balesari.
“Pak Fery adalah contoh nyata dari warga yang peduli. Meski sukses di Batam, dia tidak melupakan kampung halamannya,” kata Yuda Prasetyo, Ketua RT 01/RW 16.
Fery lahir dan besar di Dusun Segelan sebelum merantau ke Batam.
Meskipun tinggal jauh, ia tetap memiliki ikatan kuat dengan desanya, terutama karena keluarganya masih menetap di sana.
“Tujuan saya adalah untuk memajukan desa ini, agar warga bisa merasakan kenyamanan yang lebih baik,” ujar Fery.
Kritik kepada Pemerintah Daerah
Aksi Fery yang membangun jalan dengan dana pribadi ini memicu kritik terhadap pemerintah daerah.
Warga menilai pemda seharusnya lebih responsif terhadap kebutuhan infrastruktur desa.
“Kami sudah mengajukan proposal sejak lama, tetapi tidak pernah ada tanggapan. Pemerintah lokal seharusnya malu,” tegas seorang warga.
Unggahan di media sosial pun ramai dengan komentar pedas.
Beberapa warganet menyarankan agar jalan yang dibangun tidak boleh dilewati oleh pejabat setempat yang dianggap mengabaikan kondisi desa.
Inspirasi dari Kisah Fery
Kisah Fery menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Ia tidak hanya memperbaiki jalan secara fisik, tetapi juga membuka jalan bagi semangat gotong royong dan solidaritas warga.
Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat dan bekerja lebih baik untuk meningkatkan fasilitas umum.












