Agus Harimukti Yudoyono: Transformasi Kepemimpinan Menuju Indonesia Emas

Jumat, 18 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ZonaFakta.com – Dalam sebuah sesi sidang disertasi di hadapan pimpinan sidang, Prof. Dr. Agusa, S.Si., Ak., menyampaikan apresiasinya terhadap disertasi yang dipresentasikan oleh promovendus, Agus Harimukti Yudoyono.

Disertasi bertajuk Transformational Leadership dan Human Resources Orchestration Menuju Indonesia Emas itu dianggap menarik, terutama karena mengusung teori Resource Orchestration dan Excellence Approach dalam konteks transformasi ekonomi Indonesia.

Prof. Agusa menyoroti tiga faktor kunci yang diungkapkan dalam disertasi tersebut: kapasitas sumber daya manusia, kepemimpinan, dan tata kelola.

Dalam pertanyaannya, Prof. Agusa meminta penjelasan lebih lanjut mengenai sinkronisasi sumber daya di berbagai tingkat tata kelola, terutama terkait lulusan perguruan tinggi yang seringkali tidak sejalan dengan kebutuhan pasar.

Agus Harimukti Yudoyono menjawab dengan lugas bahwa sinkronisasi tersebut memang menjadi tantangan, terutama dalam konteks desentralisasi.

Setiap daerah memiliki pemimpin dengan visi dan misi yang berbeda, sehingga implementasi di lapangan tidak selalu selaras dengan kebijakan pusat.

Namun, menurut Agus, tidak berarti hal tersebut tidak bisa diatasi.

Dengan orkestrasinya yang baik, sinkronisasi bisa dibangun antara pemerintah pusat dan daerah, serta antardaerah.

“Hal yang penting adalah adanya kepercayaan antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Ini bukan hanya soal pendekatan top-down atau bottom-up, tapi juga horizontal. Dengan demikian, kita bisa mencegah ketimpangan yang terlalu besar antara Jawa dan luar Jawa, antara kota dan desa,” jelasnya.

Agus juga menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah pusat dengan kepemimpinan yang kuat serta tata kelola yang baik.

“Leadership yang kuat serta good governance akan mengubah banyak hal, termasuk menciptakan birokrasi yang responsif dan adaptif,” tambahnya.

Dalam diskusi yang berlangsung, Prof. Agusa juga sempat menyinggung peran politisi dan akademisi.

Ia menekankan bahwa politisi tanpa akademisi bisa menghasilkan kebijakan yang keliru, sementara akademisi tanpa politisi bisa membuat kebijakan yang kurang tepat sasaran.

Di akhir sesi, ia menyampaikan harapannya agar Agus Harimukti Yudoyono dapat menjadi pemimpin yang mengusung kepemimpinan transformasional di masa mendatang. (*)

Berita Terkait

PUTR Boltim Tegaskan Penagihan Retribusi Air Bersih Tak Gunakan Nama Bupati
Sri Mulyani Bantah Rumor Mundur, IHSG Anjlok 6,02% dan Perdagangan Sempat Dihentikan
Stasiun Beos: Jejak Sejarah di Tengah Modernisasi Jakarta
Menguak Sindikat Uang Palsu: Keterkaitan Annar Sampetoding dan Ferdy Sambo
Kisah Inspiratif Penjual Bakso, Dermawan yang Perbaiki Kampung Halaman
Pedagang Bakso Sukses di Batam Bangun Jalan Desa Rp 10 Miliar
MK Terima 115 Gugatan Sengketa Pilkada 2024, Bolaang Mongondow Timur Masuk Daftar
Polres Metro Jakbar Amankan 8 Pelajar Diduga Hendak Tawuran di Cengkareng

Berita Terkait

Minggu, 22 Juni 2025 - 18:11 WIB

PUTR Boltim Tegaskan Penagihan Retribusi Air Bersih Tak Gunakan Nama Bupati

Rabu, 19 Maret 2025 - 14:23 WIB

Sri Mulyani Bantah Rumor Mundur, IHSG Anjlok 6,02% dan Perdagangan Sempat Dihentikan

Rabu, 1 Januari 2025 - 15:54 WIB

Stasiun Beos: Jejak Sejarah di Tengah Modernisasi Jakarta

Senin, 30 Desember 2024 - 00:47 WIB

Menguak Sindikat Uang Palsu: Keterkaitan Annar Sampetoding dan Ferdy Sambo

Jumat, 27 Desember 2024 - 14:18 WIB

Kisah Inspiratif Penjual Bakso, Dermawan yang Perbaiki Kampung Halaman

Berita Terbaru

Wahiyudin Mamonto

Kotamobagu

Pembalap Dan Konsekwensi Hukum

Rabu, 12 Agu 2026 - 16:49 WIB

Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi bersama dengan Wakil Bupati Dony Lumenta hadiri acara syukuran 40 tahun PDAM

Bolmong

Bupati dan Wabup Bolmong Hadiri Syukuran 40 Tahun PDAM

Sabtu, 28 Feb 2026 - 11:42 WIB